Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DOSA BESAR! Inilah 6 Hewan Yang Dilarang diperlihara dalam Islam

Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Para sahabat channel Lentera iman yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak semua yang tampak menggemaskan boleh kita pelihara. Tidak semua yang unik dan langka boleh kita jadikan teman di rumah. Dalam ajaran Islam ada batasan dan aturan bahkan dalam hal memelihara hewan.
Sebab sebagian hewan itu bukan hanya berbahaya secara fisik, tapi juga mengundang kemurkaan Allah Subhanahu wa taala. Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengancam dengan azab bagi siapa saja yang memelihara tanpa alasan syari. Dengarkan baik-baik karena bisa jadi selama ini kita tanpa sadar terjebak dalam perbuatan dosa besar hanya karena urusan hewan peliharaan.
Yang pertama, anjing tanpa tujuan syari. Dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa memelihara anjing kecuali anjing penjaga ternak, anjing penjaga ladang, atau anjing berburu, maka setiap hari pahalanya berkurang duat." Hadis riwayat Muslim. Mengapa Islam melarang memelihara anjing? Karena anjing tergolong najj berat atau mugalh.
Air liurnya wajib dibersihkan tujuh kali, salah satunya dengan tanah. Di samping itu, malaikat rahmat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing. Bahkan dalam hadis lain, Rasulullah bersabda, "Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar makhluk bernyawa." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
memelihara anjing tanpa alasan syari seperti berburu, menjaga ternak atau keamanan termasuk perbuatan yang mendatangkan dosa. Yang kedua, ular. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh ular. Bahkan beliau bersabda, "Lima jenis binatang yang boleh dibunuh baik di tanah halal maupun haram, yakni tikus, kalajengking, burung gagak, burung rajawali, dan ular.
Hadis riwayat Bukhari Muslim. Ular adalah hewan yang mendatangkan bahaya. Sebagian ulama menegaskan bahwa membiarkan ular hidup di sekitar rumah bahkan memeliharanya adalah bentuk membahayakan diri sendiri termasuk perbuatan sia-sia yang tidak diridai oleh Allah. Yang ketiga, kalajengking. Kalajengking termasuk hewan berbahaya dan tidak boleh dipelihara.
Dalam hadis sahih disebutkan kalajengking termasuk hewan yang boleh dibunuh meskipun di tanah haram. Dalam riwayat Imam Bukhari, ada lima jenis hewan yang boleh dibunuh meskipun di tanah haram. Salah satunya kalajengking. Memelihara kalajengking hanya untuk koleksi atau hobi, apalagi tanpa manfaat syari adalah bentuk membahayakan diri dan perbuatan sia-sia yang dilarang.
Yang keempat, burung gagak. Burung gagak juga termasuk yang diperintahkan untuk dibunuh. Dalam hadis Nabi, Rasulullah bersabda, "Lima binatang yang boleh dibunuh di antaranya burung gagak." Hadis riwayat Muslim. Burung gagak sering dikaitkan dengan pertanda keburukan. Bahkan disebut hewan fasik karena sering merusak, mencuri makanan, dan membawa penyakit.
Islam mengharamkan segala sesuatu yang mengundang mudarat termasuk memelihara hewan-hewan perusak seperti gagak. Yang kelima, tikus. Tikus adalah hewan kotor, perusak, dan pembawa penyakit. Nabi menyebutnya sebagaiqah atau hewan kecil yang fasik. Ada lima hewan fasiqah yang boleh dibunuh. Salah satunya tikus. Hadis riwayat Muslim.
Karena tabiatnya membawa penyakit, merusak makanan, bahkan bisa menyebabkan kebakaran karena menggerogoti kabel. Islam tidak membenarkan umatnya hidup berdampingan apalagi memelihara tikus kecuali untuk kebutuhan penelitian syari yang dibenarkan syariat. Yang keenam, kucing hitam total atau tanpa corak.
Islam tidak melarang memelihara kucing secara umum. Bahkan Rasulullah sangat menyayangi kucing. Namun dalam hadis Rasulullah menyebutkan kucing hitam total tanpa sedikit pun corak memiliki unsur jin. Kucing hitam itu adalah jin. Kucing hitam yang ada garis putih di bawahnya itu bukan jin. Hadis riwayat Ahmad. Beberapa ulama menjelaskan larangan ini bukan untuk semua kucing hitam, melainkan yang benar-benar hitam total karena sering dipakai dalam sihir atau memiliki gangguan makhluk halus.
Oleh karena itu, ulama hati-hati dalam hal ini. Saudaraku, Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga mengatur bagaimana seorang muslim hidup dengan penuh kehati-hatian. Memelihara hewan pun harus dilihat dari sudut pandang syariat, bukan semata-mata karena kesenangan. Ingat, memelihara hewan yang mendatangkan mudarat yang diperintahkan untuk dibunuh oleh Nabi atau yang membuat malaikat rahmat menjauh bisa membawa dosa besar.
Semoga Allah menjaga rumah dan hati kita dari keburukan. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Yeah.