Profil

Allah Murka ?! 7 Jenis Pakaian Yang Tidak Boleh Dipakai Saat Shalat

Table of Contents
Bismillahirrahmanirrahim.  
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Syukur alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi di channel ini.  
Shalawat dan salam selalu dan tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.  
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Harapan dan doa saya, semoga saudaraku semuanya selalu diberikan kesehatan, dilapangkan rezekinya, diampuni dosa-dosanya, dan dipanjangkan umurnya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Sahabat beriman yang dirahmati Allah,  
Shalat merupakan ibadah pokok seorang muslim. Seluruh ulama sepakat bahwa amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baik pula seluruh amalannya. Namun jika buruk shalatnya, maka buruk pula amalannya.

Untuk itu kita perlu total dalam melaksanakan shalat agar pahala shalat menjadi sempurna, baik saat shalat wajib maupun shalat sunnah.  
Selain harus khusyuk dan menghayati bacaan shalat, kita juga wajib memperhatikan pakaian yang digunakan saat shalat. Jangan sampai kita berpakaian asal-asalan saat menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berikut 7 kesalahan memakai pakaian saat shalat yang perlu dihindari seorang muslim:

*1. Busana yang penuh gambar*
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:  
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengerjakan shalat dengan mengenakan kamisah, jenis baju yang terbuat dari bulu yang ada gambarnya. Ketika telah mengerjakan shalat, beliau bersabda:  
_“Pergilah kalian kepada Abu Jahm bin Hudzaifah dengan kamisah ini dan bawalah kepadanya anbajaaniyah, jenis baju yang tebal dan kasar. Karena sesungguhnya kamisah tadi telah mengganggu konsentrasiku ketika shalat.”_  
[HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Malik, Baihaqi]

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Dulu Aisyah memiliki kain tipis yang bergambar yang dibuat tabir di samping rumahnya. Lantas Rasulullah bersabda:  
_“Jauhkanlah dariku, karena dia selalu tergambar dan terlintas kepadaku ketika sedang shalat.”_  
[HR. Bukhari]

*2. Isbal - Memanjangkan pakaian melebihi mata kaki*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:  
Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi. Nabi menyuruh dia berwudhu. Orang itu berwudhu. Nabi menyuruhnya lagi. Orang itu bertanya: _“Wahai Rasulullah, mengapa engkau menyuruh dia berwudhu lagi?”_  
Beliau menjawab: _“Orang itu shalat tetapi sarungnya menjulur sampai ke mata kakinya. Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat laki-laki yang isbal.”_  
[HR. Abu Daud, Ahmad, Nasai]

*3. Shalat hanya memakai sepotong baju*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 31:  
_“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid.”_  
Yang dimaksud “masjid” dalam ayat ini adalah shalat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi tentang shalat dengan hanya mengenakan satu baju. Nabi menjawab: _“Apakah kalian semua memiliki dua baju?”_

Ibnu Abdil Barr berkata: Orang-orang dahulu jika hendak shalat mereka selalu berhias dengan memakai baju terbaik, memakai minyak wangi, dan menggunakan siwak.

*4. Kemeja/pakaian pendek sehingga tersingkap saat rukuk dan sujud*
Di samping memakai celana yang ketat, jangan memakai kemeja yang terlalu pendek. Ketika rukuk atau sujud, kemeja yang semula menutup akan terangkat ke atas sehingga punggung dan sebagian aurat terlihat. Sedangkan kita sedang bersimpuh di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

*5. Menyingsingkan lengan baju dan mengikat rambut*
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi bersabda:  
_“Aku diperintahkan untuk sujud dengan 7 anggota badan dan tidak menyingsingkan pakaian dan rambut.”_  
[HR. Muslim, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah]

*6. Kedua bahu terbuka*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:  
_“Salah seorang dari kalian tidak boleh shalat dengan satu busana yang di pundaknya tidak ada penutupnya sedikit pun.”_  
[Muttafaq ‘Alaih]

*7. Baju ketat yang menggambarkan lekuk tubuh*
Rasulullah ketika melihat Jabir bin Abdullah datang malam hari, ia hanya menyelimutkan pakaian yang sempit. Beliau menasihati: _“Jika pakaian itu sempit, jadikanlah sarung. Jika kamu jadikan sebagai sarung, maka akan menutupi anggota badan.”_ [HR. Bukhari]

Syekh Al-Albani berkata: Celana ketat mendatangkan 2 musibah. Pertama, menyerupai orang kafir. Kedua, ketika sujud lekuk tubuh terlihat jelas.

Komite Tetap Pembahasan Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia menjawab:  
Jika pakaian tidak membentuk aurat dengan jelas, longgar, dan tidak transparan, maka boleh dipakai shalat.  
Namun jika bahannya tipis sehingga aurat terlihat, maka shalatnya batal.  
Jika hanya mempertajam bentuk aurat, maka makruh, kecuali tidak ada pakaian lain.

Wallahu a’lam bishawab.  
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.  
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


bawah ya