Profil

Awali Doamu Dengan Surah ini !! Tidak Ada Alasan Allah Tidak Mengabulkan Doamu – Ustadz Adi Hidayat

Table of Contents
Itu dijawab dua kali lebih cepat dibandingkan dengan doa yang langsung dimohonkan kepada Allah. Itu perintah. Tahu Nabi Zakaria? Nabi Zakaria apa ujiannya? Aku telah melakukan apa yang kau perintahkan. Aku hanya memohon apa yang telah kau janjikan. Kalau dengan semua ikhtiar yang aku kerjakan sampai nanti aku bersujud di hadapanmu di rumahmu ini belum kau kabulkan.
Mohon tunjukkan kepada aku di malam ini ya Allah dengan cara apa lagi mesti aku memohon kepada Allah. Catat gini ya. Dan saya belum pernah bagi dimanapun yang ini, yang versi lengkapnya. Kalau bisa dilakukan, bukan hanya dosa digugurkan, tapi setiap hurufnya mempercepat perkabulnya doa kita dihadapan Allah SWT.
Ada dua surah di dalam Al-Quran, yang bila dua surah ini dibacakan, Itu setiap hurufnya dihitung bisa berpotensi mengugurkan dosa sekaligus mengambulkan doa-doa yang dimintakan. Sepanjang doa itu baik untuk urusan dunia akhirat kita. Kalau salah satu kurang baik diperbaiki oleh Allah. Bisa dunia baik tapi akhirat tidak.
Maka diperbaiki oleh Allah kepada yang lebih baik. Surat pertama Al-Fatihah. Surah kedua Al-Baqarah. Sebelum doa baca tuh Al-Fatihah sama Al-Baqarah. Tapi al-Baqarahnya tidak dari ayat yang pertama. Kepanjangan. Cukupkan di ayat 285 sampai ayat 286. Dua ayat terakhir. Hadisnya saya. Kalau mau dikuatkan biasanya banyak ulama memasukkan ayat 284.
Ada yang sudah masuk ke dalam Kaabah di sini? Ini informasi saja. Dan tiga ayat ini, Al-Baqarah 284, 285, 286, itu ayat yang dituliskan di dinding Kaabah. Itu yang saat berhala dikeluarkan, gambar-gambar dihapus, siir-siir diganti dengan ayat Quran, sehingga jadi kain kiswah Kaabah di luar. Itu ada sejarahnya. Yang di dalam pun dihiasi dengan hiasan ayat Al-Quran.
Di antara yang dituliskan itu, Al-Baqarah 284, 285, 286. intinya di 285 dan 286 tadi rakat pertama yang saya bacakan dalam sholat isya hadisnya sahih Itu spesial malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW. Mengabarkan kabar gembira. Siapa yang membiasakan membaca Al-Fatihah. Kemudian dua ayat terakhir di Al-Baqarah.
Dari Aman al-Rasul sampai Fangsurnah alal Qawmin Kalfirin. Tidaklah dia membacakan itu kecuali setiap hurufnya. Dijaminkan mengabulkan doa-doa yang dia mohonkan. Sepanjang benar doanya. Dan tidak diselimuti maksiat. Ini maaf ya. Ini saya minta maaf dulu nih.
Kalaupun Anda benar doanya khusyuh sampai nangis, tapi ada selimut maksiat dalam permohonan doa itu, itu pengabulannya mental lagi. Hadisnya sahih. Nabi mengisahkan seorang lelaki Menempuh perjalanan jauh Awas, menempuh perjalanan panjang untuk ketaatan, itu mempercepat doa dikabulkan dua kali lipat dibanding orang biasa. Makanya kalau ada orang mau ke Mekah Umrah, mau haji, titip doa.
Ada yang mau beasiswa ke Madinah, ke Mekah, ke Al-Azhar, ke Mesir, titip doa. Saya biasanya kalau mau berangkat Umrah, Ustaz titip doa, ayo tulis, tulis, banyak. Tidak saya baca, saya simpan saja. Nanti dekat Kaabah, ya Allah engkau maha mengetahui. Mohon kabulkan semua doa-doa Dari teman-teman jamaah yang dititipkan Dalam kertas yang telah mereka tuliskan itu Simple pak daripada capek Kita bacakan satu-satu Dan Alhamdulillah biasanya InsyaAllah terkabul Itu perjalanan jauh Nah orang ini menempuh perjalanan Untuk sekedar berdoa Safar
Safar yang baik Kemudian yang kedua Dia mengangkat tangannya ke langit Ini saya tidak bermaksud mengajarkan ya Cuma menunjukkan prakteknya begini nih Ada yang bisa bantu saya gak satu orang maju Cepat cepat Yang depan aja depan Mohon pegangkan mic sebentar Makasih ya Lihat sini Nah ya Ini tangan Lihat lapak dua ya Berdoa itu sesuai porsinya Dan ikuti caranya nabi Kalau doanya formal dalam sholat Dan diikat dengan gerakan, jangan kreatif.
Ikuti seperti Nabi yang contohkan. Misal dalam sholat, sholatlah seperti kalian melihat aku. Nanti ada tiga posisi atau sampai empat posisi dalam sholat yang mempercepat terkabulnya doa. Posisi puncaknya sujud. Hadithnya sahih. Keadaan terdekat antara hamba dengan Rabbnya adalah saat sujud. Maka perbanyak doa saat sujud.
Tangannya posisi sujud begini. Menempel. Jadi gak usah begini. Nah ini di luar sholat. Di luar sholat kalau berdoa tangan begini. Lihat baik-baik ya. Ini kitabnya agak banyak, bahasanya panjang, saya berikan yang simpelnya saja ya. Ini kan teman-teman telapak yang kanan, yang kiri ya. Padukan begini.
Lalu setiap anda kan pasti punya garis yang kanan dengan garis yang kiri. Ada kan? Itu membentuk keseimbangan. Awas, ini bukan ilmu takatik ya. Ini ada sanatnya nih. Pertemukan dua garis itu sehingga seimbang tangan ini. Ini masalah sederhana, tapi poinnya penting sekali. Sudah? Cara yang pertama begini.
Ini di luar sholat dan bukan dalam posisi saat istiskok, saat minta hujan. Begini. Sudah? Pertemukan. Lalu letakkan jajar dengan dada di sini. Jadi kalau dada itu, ini posisinya. Ini nahar di sini. Ini ada rongga dari bagian atas dengan perut, ada rongga kosong. Nah ini yang disebut dengan sodrun di sini.
Kalau kita meletakkan telapak tangan saat sholat begini, letaknya di sini. Yang ini perut, yang ini nak. Doa itu di sini. Jelas? Semakin kita memohon dengan lebih sangat, naikkan sedikit begini. Sudah? Kalau istisqa, minta hujan, agak lebih tinggi ke atas. Nah, ini cara mengangkat yang standar di sini.
Untuk memohon. Jelas? Oke. Ini, orang ini, dia mengangkat tangannya. Jadi, melakukan perjalanan jauh, mengangkat tangannya, orang yang berdoa dengan mengangkat tangan, itu, Dijawab doanya oleh Allah lewat keterangan Nabi SAW, itu bisa Al-Kamakala dua kali lebih cepat dibandingkan dengan orang yang tidak mengangkat tangan saat berdoa.
Anda cuma sekedar doa dengan mengangkat begini, itu lebih cepat potensi dijawabnya dengan mengangkat doa. Ada seorang bertanya pada Nabi SAW, hadith tahi, Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu dengan seseorang yang meminta kepada Allah dengan mengangkat tangan Al-Kamakala? Lalu Nabi mengonfirmasi, bertanya balik, bagaimana kalau ada seseorang memohon kepada Anda dengan mengangkat tangannya.
Pak, tolong Pak, tolong Pak, tolong. Di depan rumah Anda, satu jam begitu Pak, tolong Pak. Kira-kira Anda beri atau tidak? Minimal kalau Anda tidak punya kemampuan, Anda referensikan atau beri sesuai kemampuan Anda. Angkat tangan. Dia jawab, saya malu kalau enggak ngasih. Apa kata Nabi? Allah itu lebih punya sifat peka untuk merasakan malu pada hambanya kalau dia tidak memberi ketika hambanya mengangkat kedua tangan.
Nanti ada beda-beda posisi saat khatib Jumat misalnya satu begini untuk khatib. Makmum mengangkat dua tangan. Yang ketiga dia mengatakan, Ya Rab, Ya Rab. Asma'ul Husna. Doa yang dibuka dengan al-asma'ul husna itu dijawab dua kali lebih cepat dibandingkan dengan doa yang langsung dimohonkan kepada Allah.
Itu perintah. Tahu Nabi Zakaria? Nabi Zakaria apa ujiannya? Diuji oleh Allah, hidup demikian lama sampai rambut memuti, fisiknya letih, istrinya difonis secara medis, maaf, maaf, monofos dan mandul. Kata medis gak mungkin punya keturunan. Maka beliau berdoa kepada Allah dan dalam doanya dimulai dengan Al-Asma'ul Husna.
Sebelum sampai ke doa itu di Ali Emran ayat 38-39. Buka dulu Quran surah 17 Al-Isra ayat 110. Ini perintah langsung dari Allah. Quran surah ke-7 ayat 180. وَلِلَّهِ الْأَزْمَاءُ الْحُسْنَى فَدَعُوهُ بِهَا فَدَعُوهُ بِهَا قُلِدُوا اللَّهُ Kalau engkau punya masalah, hambaku, dan tidak ada di dunia ini yang tidak punya masalah.
Quran surah ke-2 ayat 155. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ Setiap yang hidup itu, aku pasti akan menguji dengan masalah. Itu kata Allah. Jangan disimpan sampai di situ, teruskan. Bukan untuk membebani hambaku dengan masalah, tapi untuk menaikkan kualitas hidupnya sehingga menjadi lebih baik. Jadi ketika Allah titipkan masalah itu, bukan ingin membuat kita bermasalah.
Tapi dengan masalah itu kita diuji supaya kualitas hidup kita menjadi lebih baik. Ini Anda yang kuliah di UPI di sini, ada ujian nggak? Untuk apa ujian itu diadakan? Supaya bisa melihat kualitas peningkatan ilmu Anda dari masuk sampai naik tingkat. Kalau tidak ada ujian tidak kelihatan kualitasnya bertambah.
Logikanya begitu. Dan tidak mungkin Allah menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya. Jadi tidak ada orang yang hidup yang tidak punya masalah. Karena rumusnya mengatakan hidup berbanding lurus dengan masalah. Yang hidup, pasti punya masalah. Yang tidak ingin punya masalah, tidak ingin hidup. Karena orang yang tidak hidup, yang hilang masalahnya, selesai. Hidup. Baik.
Siapa yang tidak ingin punya masalah? Angkat tangan. Baik. Siapa yang ingin punya masalah? Alhamdulillah. Yang lain, mullah wa'adab. Nah, kulit Allah, kalau sedang diuji masalah, kan yang ngasih siapa? Yang ditipkan siapa? Yang punya solusinya siapa? Kalau Anda tahu yang punya solusinya Allah, kenapa curhatnya bukan kepada Allah? Kan tadi contohkan di Quran.
Kalau punya masalah, curhatin ke Allah. Quran 12 ayat 86. Masalah di rumah tangga. Anak bermasalah, curhatnya pada siapa? Allah. Aku tuh kalau punya masalah sesedih apapun, curhatnya Allah. Bentangkan sajadahmu. Curhatkan dalam sujudmu, tingkatkan takwamu. Kurang seronam lima di akhir ayat yang kedua.
Bentangkan sajadahmu, curhatkan, habiskan dalam sujudmu, keluarkan bangismu. Sehingga pepannya jadi ringan. Walaupun solusi belum datang, hatinya sudah tenang. Yang diperintahkan panjangkan sajadahmu, bukan panjangkan statusmu. Kita sudah tahu ayatnya. Paham ketentuannya. Tapi kenapa prakteknya ditumpahkan di Instagram? Di Facebook? Bikin vlog di Youtube? Hanya untuk curhat saja.
Dan ironinya dalam hal yang demikian. Tahu yang menyelesaikan Allah. Sekarang tambah bonus. Aminkan ya. Yang mengaminkan doa ini mudah-mudahan dihilangkan masalahnya. Pukul mah mana yang ada yang bermasalah. Mati itu. Paham? Curhatkan sama Allah. Nah bagaimana mintanya? Sebut namanya ya Allah. Awidu ar-Rahman.
Kalau kita ingin minta lebih cepat, minta dengan kelembutan ar-Rahman. Rahman itu bisa disebut namanya ya Rahman. Bisa cari cara mintanya yang paling lembut. Yang menyentuh. Allah senang dengan kalimat yang menyentuh. Misal. Kembali ke Nabi Zakaria tadi. Al-Quran surah 3 ayat 38. Ya Allah, hamba-hambamu itu telah menghukumi aku dan istriku tak akan mungkin punya keturunan.
Sedangkan engkau yang maha pemberi tanpa punya batasan. Mereka mengatakan istriku punya keterbatasan. Maka aku memohon kepadamu yang pemberianmu tak ada batasan. Mohon ya Allah anugerahkan keturunan dari sisimu saja ketika mereka mengatakan tidak mungkin itu punya. Sungguh engkau yang maha mendengar doaku ya Allah? Perhatikan, kalau kepada yang maha mendengar saja tidak terkabulkan, mohon tunjukkan kepadaku saat ini dengan cara apa lagi dan kepada siapa lagi aku mesti memohon.
Itu dalam banget. Ya Allah. Engkau perintahkan aku berikhtiar mencari kerja, aku lakukan. Engkau perintahkan mengeluarkan keringatku dengan cara yang halal, aku kerjakan ya Allah. Engkau perintahkan aku jauhi yang kau larang, aku lakukan ya Allah. Sekarang aku telah berikhtiar dari sejak keluar, aku telah menunaikan sholat subuh seperti yang kau maha mengetahui.
Dan menjelang malam aku mengadukan bahkan di rumahmu ya Allah hanya untuk sesuap nasi bagi istri dan anakku dari yang halal itu. Aku telah melakukan apa yang kau perintahkan. Aku hanya memohon apa yang telah kau nyanyikan. Kalau dengan semua ikhtiar yang aku kerjakan sampai detik aku bersujud di hadapanmu di rumahmu ini belum kau kabulkan.
Mohon tunjukkan kepada aku di malam ini ya Allah dengan cara apa lagi mesti aku memohon kepada.

bawah ya