Profil

Kontan!!! Ketika 3 Orang Kafir Minta Cepat di Azab Allah. Langsung dijawab Allah dalam Alquran.

Table of Contents



Saya tantang Allah lagi tahun ini ya.  
Apakah bisa dalam satu bulan, Desember ya. Satu bulan kalau bisa menghancurkan hidup Dewi.

Saya tantang kamu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Sampai sekarang saya ingin secepatnya agar diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Bahkan bukan hanya orang ini saja, seperti Saifuddin Ibrahim.  

Allah-mu Maha Kuasa. Coba jangan pakai pasal penistaan, tapi langsung hukum Islam saja.  

Kemudian, tanpa ragu saya berikan Allah SWT waktu untuk mengazab saya selama 1 bulan penuh, sampai Tahun 2022 berakhir.  
Saya akan live pada tanggal 31 Desember 2022, kira-kira mulai jam 10 malam, sampai tanggal 1 Januari 2023 kira-kira jam 00.00 pagi.  

Kalau saya meninggal sebelum Tahun 2022 berakhir, berarti saya diazab oleh Allah SWT.  
Jadi silakan teman-teman berkata bahwa saya diazab oleh Allah SWT.

Ingin agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengazab mereka, bahkan memberikan batasan waktu untuk diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Nah, ikhwah fillah, yang menariknya di sini: Bagaimana jawaban Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'anul Karim? Begitu sangat luar biasa.  
Allah Ta'ala mewahyukan dalam Al-Qur'anul Karim, dan bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang semacam ini. Simak sampai akhir.

Ikhwah fillah, jawaban Allah Subhanahu Wa Ta'ala begitu sangat memukau dan begitu sangat luar biasa.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat ngaji. Semoga semuanya dalam sehat walafiat dan senantiasa ada dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin ya Allah ya Rabbal 'Alamin.

Kami kabarkan kembali orang kafir yang ingin disegerakan azab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan hal ini tiada lain dan tiada bukan untuk mengolok-olok Allah Subhanahu Wa Ta'ala, untuk merendahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Bahkan bukan hanya itu saja, niatan mereka untuk melemahkan akidah umat Islam.

Akan tetapi yang menarik di sini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an sekaligus jawaban bagi mereka yang ingin dan menantang Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar secepatnya mereka diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kita akan saksikan terlebih dahulu bagaimana video orang ini yang kemudian dia ingin diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Silakan.

"Saya dulu Islam. Islam gadis keras katanya. Islam gadis. Tapi karena saya menantang Allah dan Allah tidak menjawab saya, ya saya menantang Allah. Kalau memang dia Allah maka wajah-wajah saya benjol-benjol. Dan saya akan sakit-sakitan, sakit keras. Kalau memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala ada. Atau misalkan Allah itu benar Tuhan, maka kata orang ini saya akan benjol dan saya akan sakit-sakitan."  
Na'udzubillah.

Baik, bagaimana jawaban Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'anul Karim?  

Allah berfirman:  
_Bismillahirrahmanirrahim_  
"Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya azab itu akan datang kepada mereka. Dan azab itu pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya." [QS. Al-Ankabut: 53]

Ini sangat menarik. Jawaban Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'anul Karim.  
Tatkala kaum musyrikin dan kaum kafirin ingin agar secepatnya diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka Allah katakan:  
"Wahai Muhammad, berikanlah kabar kepada mereka bahwa azab itu sudah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Jadi jangankan Anda meminta untuk disegerakan azab, kalau misalkan sudah waktunya Allah akan tetapkan kapan terjadinya azab itu."

Dan menariknya di sini, dalam ayat tersebut ada kata _wa hum_. Di sana ada huruf taukid, dua huruf taukid untuk menegaskan: ada Lam dan Nun.  
Jadi kalau misalkan kita melihat dari kata _ya'ti_ itu "akan datang". Artinya kalau misalkan _wa hum_, maka betul-betul akan datang.  
Tetapi menarik di sini ada huruf taukid yang kedua yaitu Lam di awalnya. Seakan-akan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menegaskan bahwa azab itu yakin, pasti akan benar-benar terjadi, menghampiri mereka, mendatangi mereka.

Contohnya, misalkan saya ambil kalimat _akulu arza_ "Saya makan nasi".  
Akan tetapi kalau misalkan di akhirnya ada Nun taukid: _akulanna arza_ "Saya betul-betul memakan nasi".  
Akan tetapi kalau misalkan ada Lam, bukan Lam panjang tetapi Lam-nya pendek, itu Lam taukid. Artinya kalau dibaca _la akul_ "Saya betul-betul dan pasti akan makan".

Hanya dengan ayat ini saja yang menegaskan. Bahkan bukan itu saja, ada Nun taukid.  
Menegaskan bahwa sebetulnya azab Allah itu akan betul-betul terjadi kepada mereka, para pengolok-olok agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Nah, semoga para pengolok agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala bisa menyaksikan ini.  
Begitu sangat luar biasa. Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan pernah ingkar terhadap janjinya.

Baik, ikhwah. Lalu kemudian bagaimana kita bertindak dan bagaimana kita menyikapi para pengolok agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala?

Maka ada jawaban Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an:  
_A'udzubillahi minasy syaithanir rajiim. Bismillahirrahmanirrahim._  
"Qul inni 'ala bayyinatin mir rabbi wa kazzabtum bih. Ma 'indi ma tasta'jilun bih. Inil hukmu illa lillah. Yaqussul haqqa wa huwa khairul hakimin."  
Artinya: "Katakanlah Muhammad, aku berada di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku untuk menurunkan azab yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanya hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik." [QS. Al-An'am: 57]

Di dalam ayat ini kita diberikan pelajaran oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar kita menyerahkan semuanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Bahkan kita diberikan penjelasan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar tetap teguh dalam kebenaran, yaitu Dinul Islam.

Silakan mereka yang mengolok Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang mengolok-olok Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Akan tetapi Allah sudah memberikan kepastian bahwa nanti azab Allah akan datang kepada mereka.  
Karena usaha mereka ingin disegerakan azab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pasti Allah akan memberikan keputusan bukan berdasarkan kemauan manusia, akan tetapi berdasarkan ilmu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan Allah memutuskan dengan ilmunya yang terbaik di sisinya.

Sehingga fokus kita bukan kepada mereka yang ingin meminta segera diazab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akan tetapi kita fokus dalam kebenaran Islam. Dan kita tetap istiqamah di dalam agama yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bahkan ikhwah, kalau misalkan kita simak dan kita kaji, bahwa bagian terkecil azab yang mereka terima itu di antaranya: mereka dalam keadaan kekufuran, hidup dalam keadaan kekafiran, bahkan mungkin mati dalam keadaan kekafiran.

Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan dalam Al-Qur'an:  
_Faqala Ta'ala: "Khatamallahu 'ala qulubihim wa 'ala sam'ihim wa 'ala absarihim ghisyawah. Wa lahum 'adzabun 'adzim."_  
"Karena mereka kufur kepada Allah, ingkar kepada Allah, dan tidak menerima apa yang Allah berikan kepada Rasul Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yaitu Al-Qur'anul Karim. Mereka enggan untuk menerima itu. Sehingga Allah mengunci hati mereka, Allah mengunci pendengaran mereka, dan Allah mengunci mata mereka dengan penutup. Dan bagi mereka azab yang besar."

Sehingga ada penutup bagi mereka. _Wa lahum 'adzabun 'adzim_. Dan itu merupakan azab juga dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  

Jangan disangka azab itu diberikan pipi benjol, sakit-sakitan dan sebagainya. Bukan hanya itu saja. Mati dalam keadaan kekafiran atau hidup dalam keadaan kekafiran, itu merupakan rangkaian azab dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Untuk menerima azab-azab yang begitu sangat luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala ketika dia menemui ajalnya. Bahkan tatkala dia kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ke akhiratnya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan balasannya yaitu Neraka Jahanamnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  
Na'udzubillah.

Ikhwah, mungkin itu dulu yang bisa kami sampaikan. Itulah jawaban yang sangat luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagi para pengolok-olok agama.  
Kita fokus ke dalam ajaran yang Allah ridhai. Kita fokus dan istiqamah di dalam kebenaran Islam.

Assalamualaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh.

---


bawah ya